Rabu, 18 Januari 2012

Wisata Kiamat 2011

Wisata Kiamat 2012 Di Mexico. beberapa hari kebelakang dunia di kagetkan oleh ide gila yang datang dari pemerintah negara bagain amerika tersebut Mexico. Ya tentu ditelinga kita sudah tidak asing dengan pemberintaan yang senter akhir tahun 2010 kiamat 2012. Prediksi itu sendiri menurut arkeolog di temukan dari bukti artefak peninggalan suku maya yang maju dan cerdas di masanya. Karena mereka dapat melakukan perhitungan lebih baik dari pada manusia di zaman sekarang.
Sistem tanggal yang di gunakan suku maya itu lebih akurat dari pada sistem tanggal yang di gunakan oleh kita masehi. Suku maya melakukan perhitungan tahun dengan memadukan 3 unsur, yaitu revolusi bumi pada matahari selama satu tahun, lalu revolusi bulan selama satu tahun dan juga revolusi planet venus. Bahkan ilmuan yang hidup di zaman kita saja tidak dapat memikirkannya.
Paket Wisata Kiamat 2012 Di Mexico

Mexico dengan ide briliannya berhasil mengemas Isu Kiamat 2012 yang di ramalkan suku maya ribuan lalu menjadi Paket Wisata Kiamat 2012 Di Mexico, yang tentunya akan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi Meksiko. Salah satu wisatawan yang banyak merencanakan wisata kiamat ini adalah wisatawan asal Australia.
Apa yang mereka tawarkan kepada kita?  Sebuah perjalanan mengunjungi sisa-sasa kuil dan peradaban Suku Maya yang tersohor setra budaya-budaya seperti jamuan dan tarian serta musik yang konon berasal dari bangsa legendaris tersebut..

Seperti yang di ulas di kompas.com sepertinya orang yang pertama kali tersenyum saat berita kiamat 2012 senter adalah adalah presiden mexico sendiri Felipe Calderon. Ramalan Suku Maya yang merupakan suku yang berada di negaranya tersebut akan membawa keuntungan tersendiri bagi Meksiko. Wajar saja Felipe Calderon menargetkan kunjungan wisatawan asing pada tahun 2012 hingga 52 juta kunjungan. Karena sudah dipastikan akan banyak orang yang mengunjungi Meksiko terkait ramalan kiamat 2012 ini. Namun sepertinya target itu masih jauh dari harapan pada tahun lalu saja wisatawan yang datang hanya 7,6 juta itupun setelah ada peningkatan 7,6%. Selain kuil-kuil diatas, Meksiko juga mengemas wisata kiamat 2012 dengan mempersiapkan 500 acara budaya Maya sepanjang tahun 2012 ini, yang diharapkan dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara sebanyak 52 juta pengunjung. Tidak tanggung-tanggung, di kota Tapachula telah didirikan sebuah jam besar di alun-alun kota yang menghitung mundur hingga ke 21 Desember 2012, yang dipercaya sebagai hari Kiamat oleh Bangsa Maya. Resor sepanjang Riviera Maya juga telah mempersiapkan tur perjalanan Suci Bangsa Maya, yang dimulai dari berkano ke Pulau Cozumel. Selain wisata kiamat 2012, ada pula simposium penelitian akademik Maya yang diadakan di Antigua, Uxmal, dan Belize City.

Sumber: http://www.kucoba.com/2012/01/wisata-kiamat-2012-di-mexico.html 
http://travel.kompas.com/read/2012/01/07/19030048/Hah.Wisata.Kiamat 

Selasa, 10 Januari 2012

Manfaat dan Khasiat Jeruk Nipis

Jeruk Nipis adalah buah yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, jeruk nipis juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Sedangkan daun, buah dan bunganya mengandung minyak terbang.
Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Jeruk nipis juga efektif mencegah timbulnya batu ginjal. Jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle yang bulat) sepuluh kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok atau enam kali lipat dari jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogramnya.
Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan. Vitamin C yang memiliki ikatan L dalam setiap molekulnya, bagus untuk mencerahkan warna kulit. “Jeruk nipis juga memenuhi syarat sebagai buah untuk merawat dan menambah kecantikan”. Untuk memutihkan dan menghaluskan kulit serta memperkecil pori-pori, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan cara mengkonsumsinya. Karena dengan mengkonsumsi jeruk, kandungan vitamin C yang diserap oleh tubuh akan lebih maksimal. Kedua, menggunakan jeruk nipis dari luar dengan mengusapkan potongan jeruk nipis pada wajah dan kulit bagian tubuh yang dinginkan secara rutin setiap hari.
Untuk dijadikan sebagai penghilang jerawat caranya cukup iris beberapa buah jeruk nipis, lalu usapkan pada wajah yang berjerawat.

Kurang lebihnya itulah beberapa manfaat dan khasiat dari jeruk nipis.

Dikirim ke Pelosok - Kecamatan Entikong, KalBar

Kecamatan Entikong, Sanggau,
Kalimantan Barat - Indonesia

  •         Kecamatan Entikong
  Entikong adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Sanggau , Kalimantan Barat - Indonesia. Ibu kota  Kecamatan Entikong berada di Desa Entikong . Kecamatan Entikong mempunyai luas 506,89 km2 dan secara administratif Kecamatan Entikong terdiri dari 5 desa, 18 dusun, jumlah penduduknya 13.346 jiwa, kepadatannya 26jiwa/km². Desa Entikong adalah desa yang sangat dekat dengan perbatasan Indonesia - Malaysia khususnya kota Khucink, Serawak - Malaysia . Selain dengan Malaysia, Entikong juga berbatasan dengan negara Brunei Darussalam. Mungkin tidak banyak yang tahu tentang desa ini, karena masyarakatnya dan kehidupan mereka yang jauh dari ibukota .
Entikong memiliki jalur perbatasan darat dengan negara Malaysia khususnya serawak sehingga jalur darat sering disebut jalur sutera karena bisa dilewati langsung oleh bus baik dari Indonesia maupun dari Malaysia tanpa harus menyebari sungai maupun laut, oleh sebab itu banyak TKI yang berasal dari Jawa, Sumatera menggunakan jalur perbatasan Entikong.
Banyak masyarakat disini kecewa dengan pemerintah Indonesia, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tidak mengenal Indonesia, Rupiah, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Presiden mereka di Indonesia . Masyarakat Entikong lebih mengenal Ringgit, Raja Malaysia dan produk-produk Malaysia. Tetapi ada beberapa orang juga yang mengenal Indonesia dan mereka tetap setia dengan sang merah putih, sebut saja salah satunya adalah Ibu Martini, guru Sekolah Dasar di desa Entikong, dia selalu mengibarkan bendera merah putih selama 24 jam, dan selalu memberitahu anak didiknya bahwa kita ini bangsa Indonesia , setia pada pancasila dan UUD 1945. Ibu Martini adalah multi talent disini, selain menjadi satu-satunya guru dan mengajar 3 kelas sekaligus di SD tersebut, ia juga menjabat sebagai kepala sekolah dan pesuruh di desa tersebut . SD disana pun sangat memprihatinkan, papan tulisnya yang bolong,lantai-lantai yang rusak, dan fasilitas yang sangat minim disana. Belum lagi jika anak-anak disana ingin mendapat pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki fasilitas yang baik, mereka harus berjalan selama 6 – 8 jam setiap harinya, ya begitulah Entikong. Jika kita lihat sejenak sangat berbeda dengan kehidupan di kota – kota besar seperti Jakarta yang pergi ke sekolah hanya membutuhkan 5 - 10 menit saja sudah sampai dengan fasilitas yang sangat memadai. Sedangkan murid-murid di Entikong bersekolah dengan seragam seadanya , buku seadanya dan memakai sandal jepit, bahkan banyak juga yang tidak memakai alas kaki. Walaupun begitu, mereka dapat menikmati hidup dan tidak mengeluh.
Selain Ibu Guru yang sangat luar biasa, disana juga ada jajaran tentara yang menjadi guru bantu sekaligus menjaga perbatasan dengan gagah berani, alhasil para muridnya pun dididik ala militer. Selain itu ada pula seorang mantri yang berkeliling desa untuk mengobati pasiennya, baginya masyarakat harus merasa diperhatikan oleh pemerintah, mereka harus tahu kalau pemerintah Indonesia itu ada untuk mereka. Pak Mantri ini berkeliling dengan menggunakan sampan dari desa ke desa. Banyak masyarakat di Entikong sangat senang dengan kedatangannya, karena mereka merasa Indonesia masih memperhatikan nasib mereka. Mantri ini perlu berhari-hari untuk berkeliling dan memberi obat kepada masyarakat di Entikong, karena kadang terhadang oleh alat transportasi dan cuaca.
            Masyarakat di Entikong mayoritas adalah suku Dayak bidayuh atau masyarakat dayak yang biasanya tinggal di pinggir sungai. Ternyata tidak sedikit masyarakat Entikong yang ingin dekat dengan Indonesia, diperhatikan dan diberikan fasilitas yang sama halnya dengan desa lain di Indonesia .
1.       Suku
Mayoritas suku di Kecamatan Entikong adalah:
-          Dayak
-          Melayu
-          Jawa
-          Batak
-          Padang
-          lain-lain

2.       Agama
Mayoritas memeluk agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Islam dan Konghuchu.


3.       Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk adalah petani padi,sahang (Lada),kakao,Karet dan sebagaian adalah tambang emas secara tradisional.


  •        Kekerabatan Budaya yang erat antara Masyarakat Entikong dengan Malaysia

Hubungan keluarga itu diikat dalam berbagai bentuk, di antaranya perkawinan antara warga yang berbeda status kewarganegaraan dan hubungan lapangan pekerjaan. Hubungan antara warga perbatasan Entikong dengan warga perbatasan Malaysia sangat baik, karena tidak saja terkait persoalan ekonomi, dalam hal mencari lapangan pekerjaan ke negri jiran, tetapi juga karena pertalian persaudaraan yang masih ada. Adat dan istiadat sama, demikian juga dengan bahasa. “Bahkan tak sedikit diikat dengan pertalian perkawinan”.
Keluar masuknya orang dan barang melalui “jalan tikus” atau setapak di kawasan perbatasan, bukan hal yang baru. Maksudnya, masalah itu tidak perlu dipersoalkan oleh pemerintah. Tetapi tinggal bagaimana pemerintah membina warga di kawasan perbatasan agar tidak luntur rasa nasionalismenya.
Walaupun semua warga tahu, jika berbicara soal rasa nasionalisme maka tidak perlu diragukan bagaimana tingginya rasa nasionalisme warga perbatasan, misalnya saat pengalaman menumpas gerakan PGRS/Paraku di perbatasan. Tetapi rasa nasionalisme itu bisa saja luntur, jika mereka secara terus menerus dan bertahun-tahun, tidak mendapat perhatian pemerintah RIi.
Itu bisa terjadi, menurutnya, karena sudah 65 Tahun RI merdeka, warga Indonesia yang tinggal di kawasan perbatasan belum menikmati “indahnya kemerdekaan”, seperti halnya saudara-saudara mereka yang tinggal di negera tetangga. Untuk itu, jika pemerintah tidak mau kehilangan kawasan perbatasan, mesti memperhatikan secara serius pembangunan di perbatasan.
Dirinya mengingatkan, banyak hal yang sudah dikuasai negara Malaysia di kawasan perbatasan, secara ekonomi 90% barang produksi Malaysia. Begitu pula bagi masyarakat yang mencari pekerjaan dan menjual hasil pertanian juga ke pasar negara Malaysia. Sedangkan informasi, baik televisi, radio maupun lainnya, aksesnya juga ke Malaysia. Artinya, warga perbatasan cenderung lebih kenal dengan negara tetangga, ketimbang negaranya sendiri. Imran mengatakan,  masalah itu bisa terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah dalam berbagai hal di kawasan perbatasan. Sehingga, membuat masyarakat jauh tertinggal dan terisolir. Menurutnya, jika melihat persoalan itu, kawasan perbatasan yang disebut sebagai wajah NKRI, mesti segera dibangun. Perbedaan antara warga Indonesia dengan warga Malaysia sangat  kentara, ibarat siang dan malam. Sementara adat istiadat, hubungan darah dan persaudaraannya masih sangat kental. Sementara Camat Entikong Ignatius Irianti menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat yang ada di tapal batas Indonesia – Malaysia, apabila pemerintah pusat tidak mencurahkan perhatian yang serius terhadap permasalahan yang terjadi. Dikatakannya, selaku kepala wilayah di Kecamatan Entikong, sering memberikan masukan maupun saran kepada pejabat yang melakukan kunjungan ke tapal batas. Bahkan beberapa waktu lalu, dirinya menjelaskan permasalahan yang ada di perbatasan kepada Komisi I DPR RI, agar permasalahan perbatasan bisa dicarikan solusinya. Baik dari segi peningkatan infrastruktur, ekonomi, pertahananan maupun sosial budaya.  Kita harapkan apa yang telah dibicarakan dengan pejabat pusat bisa membawa angin segar bagi daerah perbatasan. Untuk diketahui, pemerintah membentuk Badan Nasional Pengelola Perbatasan sebagai solusi atas kompleksitas dan tantangan yang dihadapi. Badan yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri ini mengurus tidak hanya garis batas, tetapi juga dengan kawasannya.